Surau TV

Banner

DPP PPP condong ke Khofifah

PPP Putuskan Dukungan Pilgub Jatim Minggu Kedua Desember

Image
Sunday, 03 December 2017 | 21:49:24 WIB


PPP Putuskan Dukungan Pilgub Jatim Minggu Kedua Desember
- DPP PPP condong dukung Khofifah  

SURABAYA (Nusapos.com) - Ketua umum DPP PPP Moh Romahurmuzy menegaskan bahwa dukungan partai berlambang Ka'bah di Pilgub Jatim 2018 akan diputuskan paling lambat minggu kedua bulan Desember 2017. Sebab pihaknya masih akan menunggu hasil Rapimwil DPW PPP Jatim 
sebelum memutuskan akan mendukung siapa.

"Rapimwil itu mekanisme yang sudah diatur dalam juklak partai untuk penjaringan calon gubernur dan calon wakil gubernur. Jadi ini prosedur yang harus dilalui PPP untuk mendengarkan paparan bakal calon," ujar Moh Romahurmuzy di sela pembukaan Rapimwil DPW PPP Jatim di Surabaya, Minggu (3/12) kemarin.

Setelah pemandangan umum dari para bakal calon gubernur, lanjut Romy sapaan akrab Romahurmuzy DPW akan memberikan laporan kepada DPP untuk segera diputuskan. "Memang selama ini yang intensif menjalin komunikasi politik dengan DPP adalah Khofifah Indar Parawansa. Selambat-lambatnya minggu kedua Desember akan kita umumkan rekom  dukungan PPP," bebernya. 

Kecenderungan dukungan DPP PPP juga sejalan dengan DPC-DPC PPP di Jatim. Hal itu terlihat jelas di sejumlah daerah. Bahkan saat Khofifah memaparkan visi misinya banyak pengurus DPC PPP yang memberikan applaus sebagai bentuk dukungan dan harapan supaya DPP PPP merekom Mensos RI sebagai Cagub Jatim dari PPP.

Yang menarik, pemaparan visi dan misi Cagub Jatim Saifullah Yusuf yang sedianya dilaksanakan malam hari, tidak bisa langsung disaksikan ketum DPP PPP karena dia harus balik ke Jakarta untuk menyelesaikan persoalan  verifikasi parpol peserta pemilu 2019 yang bertepatan hari ini merupakan batas terakhir.

"Saya harus kembali ke Jakarta karena harus menandatangani berkas Sipol dan malam ini adalah batas waktu terakhir. Ini persoalan waktu saja, Gus Ipul sementara ini posisinya masih ada di Ngawi. Ini persoalan teknis saja, jangan diartikan macam-macam," pintanya.

Sementara itu Bacagub Jatim, Khofifah Indar Parawansa dalam paparannya mengatakan bahwa persoalan utama yang dihadapi Jatim adalah kemiskinan dan kesenjangan sosial. Padahal dari sisi PDRB, Jatim sudah menembus angka Rp.1800 triliyun atau setara dengan 15 persen PDRB nasional. Bahkan pertumbuhan ekonominya di atas rata-rata nasional.

"Angka  kemiskinan nasional saat ini mencapai 27,70 juta. Sedangkan khusus Jatim sejak tahun 2015 hingga sekarang istiqimah menempati peringkat pertama untuk angka kemiskinan di pedesaan. Sedangkan untuk kemiskinan di perkotaan di tempati Jabar," jelas ketum PP Muslimat NU ini.

Akibat tingginya kemiskinan di Jatim, lanjut Mensos RI, persoalan sosial seperti lokalisasi terbanyak dan terbesar berada di Jatim. Kemudian jumlah penderita AIDS dan HIV, Jatim menempati peringkat  kedua nasional. "Meskipun lokalisasi di Jatim sudah ditutup, tapi jumlah penderita HIV dan AIDS tetap terbesar kedua sebab masa inkubasi HIV itu butuh waktu 10-15 tahun, jadi ini harus diwaspadai," katanya.

Ia optimis persoalan kemiskinan dan rendahnya gini ratio di Jatim bisa teratasi jika dia memimpin Jatim lima tahun ke depan. Alasannya, Khofifah memiliki pengalaman menjadi Mensor RI dengan program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sehingga berhasil mengurangi angka kemiskinan di Indonesia. "Program KKS ini banyak mendapat pengakuan dari dunia, saya yakin mampu menurunkan kemiskinan dan gini ratio Jatim, serta menjadikan Jatim berdaya dan berkeunggulan," dalihnya.

Sayangnya, Khofifah enggan transparan menyebutkan keberhasilan program KKS dalam mengurangi kemiskinan di Jatim  sehingga Jatim masih menempati peringkat pertama kemiskinan pedesaan di Indonesia. Padahal  program KKS dan PKH sudah berjalan sejak 2016 lalu. Bahkan di Jatim tahun ini digelontor anggaran hingga Rp.6,041 triliyun.

"Sudah ada hasil survey oleh Pemprov Jatim, tapi saya tak mau menjelaskan biar dijelaskan sendiri oleh Gubernur Jatim," kilah Mensos RI. Ke depan pihaknya berharap ada sharring dengan  APBD Jatim dengan modal potret outlook Jatim 2018 sehingga ada akselerasi  penurunan kemiskinan di Jatim.

Khusus dukungan PPP, Khofifah mengaku sangat optimis PPP akan segera menyusul langkah Partai Demokrat, Partai Golkar dan Partai Hanura. "Ya mudah-mudahan PPP juga memberikan dukungan kepada saya maju di Pilgub Jatiim 2018," imbuhnya.

Masih di tempat yang sama, Ketua DPW PPP Jatim Musyaffa' Noer menjelaskan bahwa sejatinya yang diundang memaparkan visi-misi di Rapimwil ada tiga orang yaitu Gus Ipul, Gus Syafiin dan Khofifah. Namun yang menyatakan kesediaan hanya dua orang yaitu Gus Ipul dan Khofifah. "Gus Ipul dan Gus  Syafiin daftar lewat DPW dan Khofifah daftar lewat DPP," kata Musyaffa'.

Ketua Fraksi PPP DPRD Jatim itu menegaskan kendati DPP cenderung mendukung Khofifah, tapi mayoritas DPC-DPC lebih menghendaki mendukung Gus Ipul di Pilgub Jatim mendatang. "Nanti bisa dilihat saat pemandangan umum dari DPC-DPC akan lebih menghendaki dukungan ke siapa, baru kita laporkan ke DPP. Kami berharap DPP sebelum memutuskan rekom dukungan Pilgub Jatim memperhatikan hasil Rapimwil PPP Jatim  sebab merekalah yang punya suara," pungkasnya. (tis)  

Sumber : -

Laporan : -

Editor : Try Wahyudi Ary Setyawan

loading...